Pernikahan Dini Aisyah Hanya Mitos

kaligrafi-allah-muhammadIslam mensyaratkan calon penganten perempuan harus aqilah (sudah berakal/bisa berpikir), rasyidah (memiliki kemampuan untuk mempertimbangkan baik dan buruk), dan balighah (sudah dewasa). Contohnya: seorang wanita yang berusia sembilan tahun bisa saja sudah baligh secara biologis, tapi apakah dia juga sudah aqilah? Kalau belum aqilah, berarti dia belum bisa menikah. Begitu juga seorang perempuan sudah balighah dan aqilah tapi belum rasyidah. Berarti perempuan tersebut belum bisa menikah karena tidak memiliki kemampuan untuk mempertimbangkan baik dan buruk. Jadi syarat seorang perempuan menikah ada tiga yaitu aqilah, rasyidah, dan balighah.

Sangat tidak bijaksana bila menunjuk Rasulullah Saww menikahi anak di usia dini dengan merujuk pada pernikahannya dengan Aisyah ra. Riwayat yang banyak beredar dikalangan umum, usia Aisyah ra masih berusia 9 tahun dan baru berkumpul dengan Rasulullah Saww setelah usia 12 tahun. Berdasarkan penelitian yang dilakukan TO Shanavas seorang dokter di Michigan, Amerika Serikat, ternyata pernikahan Rasulullah Saww yang berusia 50 tahun dengan Aisyah ra masih berusia 9 tahun sebagai mitos belaka.

Untuk menguak misteri tersebut, Shanavas memetakan tahun penting dalam sejarah Islam sbb:
* Pra-610 M    : jaman Jahiliyah (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu.
* 610 M            : turun wahyu pertama dan Abu Bakar menerima Islam.
* 613 M            : Nabi Muhammad Saww mulai mengajarkan Islam.
* 615 M            : hijrah ke Abyssinia.
* 616 M            : Umar bin al-Khattab menerima Islam.
* 620 M            : dikatakan Nabi meminang Aisyah.
* 622 M            : Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Madinah.
* 623/624 M: dikatakan Nabi Muhammad Saww berumah tangga dengan Aisyah.

Dengan menggali berbagai hadis yang mengkonfrontasikan dengan tahun-tahun penting tersebut. Ternyata Shanavas menyodorkan sembilan bukti yang membantah Aisyah ra dinikahkan ketika masih belia. Shanavas misalnya, mengutip hadis riwayat Tabari dari Hisham ibn ‘Urwah, Ibn Hunbal dan Ibn Sad yang menyebut Aisyah dipinang pada usia tujuh tahun dan mulai berumah tangga pada usia sembilan tahun. Benarkah demikian sejarah pernikahan Aisyah? Ternyata ada tiga pendapat yang berbeda dalam hal ini.

Pendapat pertama, Aisyah berusia 9 tahun.
Namun di bagian lain, Al-Tabari mengatakan keempat anak Abu Bakar dilahirkan pada masa jahiliyah dari dua isterinya (Tarkhu’l-umam wa’l-mamlu’k, Al-Tabari (w 922), Vol. 4, p. 50, Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979). Jika Aisyah dipinang 620 M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga  tahun 623/624 M (Aisyah umur 9 tahun), maka mengindikasikan Aisyah dilahirkan pada 613 M. Jadi Aisyah lahir tiga tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M). Berdasarkan kritik sejarah, pendapat ini tidak bisa dipertanggung jawabkan karena Al-Tabari mengatakan keempat anak Abu Bakar dilahirkan pada masa jahiliyah dari dua istrinya. Masa jahiliyah berakhir tahun 610 M, karena pada tahun tersebut turun wahyu pertama kepada Nabi Muhammad Saww. Seharusnya berdasarkan pendapat pertama, Aisyah menikah dengan Rasulullah Saww minimal sudah berusia 14 tahun.

Pendapat kedua, Aisyah berusia 12 tahun.
Menurut riwayat Ibnu Hajar, Fatimah dilahirkan ketika Kabah di bangun kembali dan Nabi Muhammad Saww baru berumur 35 tahun. Perbedaan usia Fatimah lima tahun lebih tua dari Aisyah (Al-isabah fi tamyiz-i’l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh, 1978). Bila mengacu kepada fakta ini, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi Muhammad Saww pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.

Pendapat ketiga, Aisyah berusia 17 atau 18 tahun.
Bukti lain yang ditemukan Shanavas adalah umur Aisyah dihitung dari umur Asma’. Menurut Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d: “Asma lebih tua 10 tahun di banding Aisyah (Siyar A’la’ma’l-nubala’, Al-Zahabi, Vol.2, p. 289, Arabic, Mu’assasatu’l-risalah, Beirut, 1992). Menurut riwayat Ibn Hajar Al-Asqalani, “Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 atau 74 H”. Berdasarkan pendapat sebagian besar ahli sejarah, Asma saudara tertua Aisyah, berselisih usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun di tahun 73 H, maka Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622 M). Dengan demikian, bila Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah, maka Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi suka atau tidak suka, pendapat ketiga ini menunjukkan kalau Aisyah ketika hijrah dan berumah tangga di usia 17 atau 18 tahun.

Berdasarkan analisis tersebut, Shanavas yakin kalau Aisyah ra berumah tangga dengan Rasulullah Saww di usia 19 atau 20 tahun. Nama lengkapnya, Aisyah binti Abi Bakar bin Utsman, biasa dipanggil Ummu Abdillah dan digelari ash-shiddiqah (wanita yang membenarkan). Aisyah masyhur dipanggil Ummul Mukminin, dan Al-Humaira karena berkulit putih dengan pipi berwarna merah. Ia dikenal sebagai perawi hadis Nabi Saww dengan meriwayatkan sekitar 1210 hadis. 229 hadis diantaranya terdapat dalam hadis shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Di antara orang yang merawikan hadis darinya adalah Umar bin Khattab, Amr bin Ash, Abu Musa Al Asy’ari, Sa’id bin Musayyab, Alqamah dsb. Aisyah ra meninggal di Madinah tahun 58 H dalam usia 66 tahun. Jazadnya dimakamkan di Baqi’.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.106 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: